Mencegah Masuknya Virus ke Komputer

Sampai saat ini sudah banyak virus yang beredar di segala media, tidak hanya melalui internet, tetapi juga melalui flash disk, CD-ROM, dan media lainnya. Dahulu, pada saat pertama kali virus menyebar. Penyebarannya hanya melalui e-mail yang bukan bersifat webmail,dengan kata lain melalui e-mail yang menggunakan system SMTP atau POP4. Program-program yang menggunakan system itu adalah outlook, Eudora, atau program sejenisnya.
Tetapi seiring degan berkembangnya teknologi, virus mulai menyebar melalui flash disk. Sebenarnya mencegah virus yang berasal dari flash disk itu gampang-gampang susah, kenapa? Sebenarnya tekniknya gampang, tapi kalau kita tidak teliti, bisa berakibat fatal. Berikut ini adalah cara-cara untuk mencegah virus masuk ke computer.
Instal AntiVirus
Yup, AntiVirus adalah program wajib yang harus diinstal disetiap computer baik computer personal atau komputer jaringan. Program anti virus itu ada banyak jenisnya, mulai dari yang berlisensi GPL (General Public License), freeware, dan berbayar. Contoh-contoh program anti virus yang bersifat freeware adalah Avira AntiVir PE, AVG Anti-Virus, avast! AntiVirus Home, ClamAV, dan masih banyak lagi. Sedangkan anti virus yang berbayar contohnya adalah Kaspersky AntiVirus, Norton AntiVirus, McAfee VirusScan, Panda AntiVirus, dan masih banyak lainnya. Kamu boleh memilih yang berbayar ataupun yang freeware, karena kedua-duanya hampir menawarkan fitur yang sama. Bedanya dengan anti virus gratisan, anti virus berbayar biasanya dilengkapi dengan fitur-fitur tambahan seperti Firewall dan Scan virus baru. Tapi kalau kamu lebih sreg dengan software yang gratis, yah boleh lah tinggal milih diantara anti virus-anti virus tersebut. Pengecualian untuk ClamAV, pada anti virus ini, tidak disediakan fitur untuk realtime protector, jadi kalau mau computer tetep aman, yah harus rajin-rajin nge-scan.
Setiap menancapkan Flash Disk, wajib SCAN
Kalau ingin tetep aman, kita harus ngescan semua flash disk yang masuk ke computer. Walaupun flash disk itu milik orang yang tersayang, harus tetep discan. Siapa coba yang mau tanggung jawab kalau computer kena virus? Apa doi kita mau tanggung jawab? Gag mungkin kan? Hehehe..
Waktu mau buka isi Flash, jangan sekali-kali KLIK 2X
Kenapa? Karena apabila virus tersebut lolos dari razia anti virus, dan virus tersebut memiliki file autorun, wah bisa gawat karena sudah pasti virus tersebut akan otomatis jalan. Dan kalau mau lebih aman, jangan juga sekali-kali mbuka flash pakai klik kanan flash trus open, itu sama saja klik 2X kale. Jadi jalan teraman yaitu dengan membukan file explorer. Bisa dibuka dengan klik kanan start menu trus Explore, atau waktu di My Computer klik tombol Folders, nah kita mbukanya lewat deretan folder-folder yang ada disamping itu, kalau sudah mbuka flash, barulah klik 2x file yang ingin dibuka.
Kalau yang ingin agak rumit sedikit juga boleh kok, masuk file explorernya lewat Start Run, trus ketik “explorer” tanpa tanda kutip, trus enter deh.
Buka semua file tersembunyi
Banyak virus yang menyembunyikan dirinya, bahkan ada juga yang menggabungkan skrip kode virusnya ke program-program penting windows, tapi yang menggabungkan diri, setahu penulis masih jarang, nama virusnya adalah W32/Xorer.
Cara membuka file-file tersembunyi gampang kok, tinggal masuk ke control panel trus folder options. Di tab view, pilih Show Hidden Files and Folders, Hilangkan centang pada Hide extensions for known file types, trus dibawahnya ada satu lagi yang harus dihilangkan tanda centangnya, tetapi aku lupa opsinya apa, yang jelas terletak persis dibawah opsi “Hide extensions…”, dan ada tulisan “(RECOMMENDED)”nya. Nah, kalau sudah kelihatan semuanya, yah tinggal hapus aja file-file yang merupakan virus, oce. Pada gambar ini, opsi tersebut tidak ada, karena computer yang saya gunakan untuk menulis atrikel ini, sudah kena virus. Hehehe.
Instal program TuneUp atau yang sejenisnya
Selanjutnya ialah menginstal program TuneUp Utilities, atau program sejenisya, yang penting ada program untuk melihat proses-proses apa saja yang sedang jalan di memori (mirip task manager, dan kalau di TuneUp namanya Process Manager), trus ada program untuk melihat program-program apa saja yang berjalan pada saat startup (mirip System Configuration Utility, dan kalau di TuneUp namanya StartUp Manager).
Dengan menginstal program itu, setidaknya kita bisa melihat apabila ada virus yang sedang berjalan ataupun virus tersebut berjalan pada saat startup. Nah, kalau sudah buka program itu, bagaimana cara membedakan program yang virus dan yang bukan? Akan aku jelaskan di postingan selanjutnya yah. Soalnya aku cape ngetiknya. Hehehe.









